Surga Lautan itu….

Assalamualaikum Wr Wb..

Ffiuhh.. Lama nggak mampir ke rumah sendiri, rasanya canggung! Mau cerita apa, apa yang mau dibagi, serta apakah masih ada yang mau mampir.. Semua pikiran itu berkecamuk membuat agak enggan untuk menulis.

Maaf lama tidak meng’update blog ini. Semua karena ke’addictive’an terbaru saya terhadap kegiatan snorkeling juga kecintaan dengan air asin! Telat, mungkin. Tapi sejak dikirim 2 minggu mengajar di Pulau Pramuka, Putri selalu ingin kembali.. dan kembali.. dan kembali lagi kesana.. (lebay mode: ON) Jadilah hampir setiap weekend (kalau ada uang, tentu) Putri kembali ke lautan..

Awalnya, gugusan Kepulauan Seribu merupakan kawasan yang asing untuk Putri. Ketakutan dan kekhawatiran karena tidak bisa berenang membuat Putri menjauhi kawasan ini. Namun waktu itu harus dipaksakan juga. Selain karena honor mengajar selama 2 minggu disana lumayan besar, Putri benar – benar butuh sebuah getaway saat itu.

Jadilah hari Minggu jam 6 pagi, Putri sudah diantar Ibu ke Muara Angke untuk berangkat ke Pulau Pramuka. Puluhan kapal kayu yang bersandar. “Itu kapal yang bawa kita ke Pramuka?” Seorang teman menatap cemas. Ibu juga sempat khawatir. Tapi melihat keyakinan di mata orang – orang yang sudah lebih dahulu diatas kapal kayu tersebut, Putri pun memberanikan diri.

Transportasi ke Pulau Pramuka bisa ditempuh dengan dua cara rupanya. Pertama, lewat Marina Ancol menggunakan boat. Waktu tempuh 1-1,5 jam dengan biaya yang tidak murah. Sekitar 200.000/orang/sekali jalan. Sedangkan dari Muara Angke menggunakan kapal kayu hanya membutuhkan 30.000/orang/sekali jalan. Jauh lebih murah, bukan?

Perubahan warna perairan bisa dilihat begitu kapal meninggalkan keruhnya air di Muara Angke. Sampah bertebaran dimana – mana hingga beberapa kilometer ke depan. Bahkan di titik – titik tertentu, kita masih bisa melihat tumpukan sampah yang menggenang di laut. Semoga hal ini jadi peringatan untuk warga Jakarta supaya nggak buang sampahnya ke sungai – sungai! Karena kalau tidak dibersihkan, sampah itu menggenang di laut dan butuh waktu lama banget hingga mengurai…

2 jam kemudian, kapal sandar di dermaga Pulau Pramuka. Bayangan Putri mengenai Pulau Pramuka langsung sirna. Pulau ini sudah cukup ramai oleh penduduk. Jejeran homestay dan villa – villa yang menghadap laut bak mempromosikan kecantikan pariwisata sana. Hebatnya lagi, rumah – rumah di Pulau Pramuka jarang ada yang kumuh! Rata – rata pasti sudah bagus, atau bahkan sedang dibangun! Selain itu, sebuah masjid yang sangat megah dan bersih berdiri tidak jauh dari dermaga. Bahkan di dermaga sekalipun, Putri dapat melihat puluhan ikan kecil berenang – renang, sebuah tanda ekosistem yang masih terjaga dengan baik.

Selama 2 minggu disana, saya memfokuskan diri untuk tidak hanya mengajar. Saya pun berusaha mengenal masyarakat kepulauan. Ternyata mereka keras di luar lembut di dalam (hihihii.. kaya apa aja!). Berbagai macam kebaikan Putri dapatkan, meskipun Putri hanya tamu dan bukan wisatawan berkocek tebal. Pertama, di hari pertama, ada seorang porter yang membawakan koper Putri dan tidak mau dibayar. Padahal bapak itu memang pekerjaannya membawakan belanjaan/tas – tas orang, dan dia tidak sedang mendapat pelanggan. Kedua, anak – anak pulau yang memastikan kapanpun Putri mau ikan bakar, mereka akan menyediakan! Kalaupun membeli, harganya sangat murah dan dengan sedikit pendekatan ke mereka, kita bisa ikut bakar bareng sama mereka.

Disana, untuk pertama kalinya, Putri mencoba belajar berenang di air laut. Awalnya ragu, tapi seorang teman memastikan bahwa manusia sebenarnya bisa mengambang. Dia pun meminta Putri untuk memakai snorkel dan tengkurap. Atur nafas, dan everything will be fine. Ajaib.. saya bisa mengambang.. hihihihi.. *norak.com*

Sejak itu, Putri ketagihan snorkeling. Terlebih alam bawah laut Pulau Pramuka masih cukup bagus, meskipun tempat Putri snorkeling berdekatan dengan dermaga. Karangnya besar – besar dan sangat cantik. Tapi berhubung Putri cepat panik kalau nggak bisa memijak dasar laut, guide Putri waktu itu hanya menggandeng sampai ke kedalaman 2 meter.

Bukan hanya alam bawah laut yang memukau, Pulau Pramuka juga menyimpan sebuah penangkaran penyu sisik. Ada sebuah penyu unik disana. Apa uniknya? Hmm.. lihat saja sendiri ya! Hehehe.. Kabar terbaru, telah ditemukan kerang mata tujuh yang kabarnya cukup langka dan sekarang di… (apa sih istilahnya, pokoknya diamankan) dekat tempat penangkaran penyu itu.

Pada kunjungan – kunjungan berikutnya ke kawasan Pulau Pramuka dan sekitarnya, Putri juga ke Pulau Karya. Letaknya berdekatan dengan Pulau Pramuka. Disana, pasirnya bagus untuk dibuat handicraft. Tapi ada yang bilang pasirnya mirip pasir di Lombok. Pulau Karya merupakan pulau tempat rumah dan kantor dinas, dari mulai pemadam kebakaran dan dinas – dinas lain. Sedangkan di sisi lainnya, ada pemakaman umum untuk warga Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.

Kalau ada yang mampir kesana, jangan lupa untuk mengunjungi Pulau Semak Daun. Di pulau konservasi ini, pantainya sangat landai dan cocok untuk berenang – renang. Hebatnya, tekstur pasirnya empuk dan halus untuk memanjakan diri dengan berjalan – jalan serta bermain disana.

Jangan lewatkan juga sebuah keramba raksasa di tengah laut dengan restoran terapung diatasnya. Keramba raksasa tersebut menyimpan bandeng laut berbagai ukuran, serta berbagai jenis ikan lain yang Putri nggak tahu namanya. Serasa mengunjungi akuarium air laut raksasa! Dalamnya tempat yang dijadikan keramba raksasa itu dapat dilihat dari warna air yang biru indah (biru langit). Itu biasanya dikeruk hingga dalam, sehingga menciptakan warna yang berbeda dengan biru laut. Begitu Putri naik keatas sebuah boat yang bersandar disana, ada dua ekor ikan baracuda cukup besar yang kabarnya baru lepas dari keramba. Mereka berenang – renang. Agak ngeri, tapi lucu.. hehehee..

Kalau mau berkunjung kesana, hati – hati memilih penyedia jasa wisata. Putri sempat mengobrol dengan seorang sesepuh Pulau Pramuka. Beliau mengamanatkan kepada kami untuk tidak menggunakan jasa lembaga tertentu. Sempat kaget, karena selain orang yang memiliki usaha itu masih keponakan Beliau, juga dikarenakan si pemilik usaha gencar promosi lewat internet. Penasaran kenapa?

“Setiap orang yang pakai ******* pasti datang ke saya, ngadu barangnya hilang. Entah itu kamera atau handycam. Pasti itu. Mungkin karna udah karakter kali ya nak.” Tutur si bapak.

Untuk berwisata langsung sendiri kesana pun nggak memungkinkan. Cuz kita perlu orang asli pulau untuk nawar kapal charter (untuk ke semak daun), juga buat nganter kesana sini. Jadinya setiap kesana, Putri minta bantuan teman yang kebetulan lama punya usaha travel dan baru buka untuk wilayah Pulau Pramuka dan sekitarnya.

Terakhir kemarin pakai, Putri bayar 357.000/orang untuk grup 10 orang. Harga udah termasuk ongkos PP Angke-Pramuka-Angke. 2 hari 1 malem. Makan prasmanan super enak (ada cuminya lho!) 4x. Kapal charter 6 jam ke tempat2 snorkeling. Alat snorkeling lengkap (masker, snorkel, life jacket, fins). Juga guide buat snorkeling yang siap sedia membantu. Yang terpenting, AMAN. Ninggalin apa – apa di kapal juga nggak khawatir. Nyaman banget deh. Hari pertama, begitu dateng, ada yang nyambut di dermaga dan nganterin sampai penginapan. Kita diminta berkemas dan segera berangkat ke spot snorkeling. Mau berangkat habis dzuhur pun boleh. Catering disajikan ala prasmanan dengan rasa yang subhanallah enak banget! Selesai snorkeling’an ria, kita bakar – bakar ikan di depan homestay. Beli aja 2 kilo, harga per kilonya cuma 25ribu. Tapi bilangnya dari sebelum berangkat, siapa tau beruntung dapet ikan ayam2an/ kambing2an yang rasanya super enak dan legit banget dagingnya. Jadi sistemnya, nambah beli ikan dan biaya bumbu gitu. Maunya berapa kilo, uangnya tinggal transfer berbarengan dengan transfer biaya snorkeling.

Hari minggunya, kami diajak ke keramba dan penangkaran penyu. Di keramba, bisa puas2in beli bandeng laut. Mau bandeng presto juga ada. Oleh – oleh khas sana? Ada keripik sukun, rumput laut kering, manisan rumput laut, dodol rumput laut. Harganya? Jangan tanya… murah beud! Dodol sekotak cuma 5000!

Sebentar lagi saya juga kesana.. masih pake jasa travel yang sama.. hihihihi..

img_8978dsc_0918

F.I.R.S.T

“There is always first time for everything”

::..:: ALLAH Maha Pengasih, Namun Belum Tentu ALLAH Maha Penyayang ::..::

Jam di sudut layar notebook menunjuk pukul 23:43. Mata saya belum lelah sama sekali. Tubuh pun belum memerlukan sandaran ranjang empuk dan hembusan angin sejuk. Saya masih menolak kenikmatan lelap untuk mengistirahatkan sebagian besar raga ini.

Pikiran saya melayang.. dan melayang.. dan melayang.. Tinggi. Pada banyak hal. Dari mulai sedikit rizki yang mampir barusan (bisa ditabung lagi.. alhamdulillah :) ), pekerjaan mengoreksi grammar dari dokumen sebesar 400 MB (semangat Put!), sampai perkataan dari seorang teman baru yang kebetulan tadi menelpon…

“ALLAH itu Maha Pengasih, tapi belum tentu ALLAH Maha Penyayang!”

… continue reading this entry.

::..:: Patahmu adalah Sakitku, Marahmu adalah Dukaku, Maka Lepas dan Terbanglah Menjauh ::..::

Fiksi Pertama

Gadis duduk diam di sudut ruang. Beberapa teman mengelilinginya. Wajah menghakimi tersirat jelas. Nyali Gadis semakin ciut. Berkali dia beristighfar, berkali pula dia ingin pulang. Sahabat tidak lagi berarti tenang baginya.

“Kan gue udah bilang ke lo! Kalo lo nggak sok melodramatis gitu, lo nggak bakal bikin dia kaya gitu!”

Salahnya-kah? Gadis merenung dalam diamnya. Para sahabat masih mencecar dan mencerca. Entah yang mana, tidak lagi bisa dibedakannya.

… continue reading this entry.

Baby..

Sepulang mengajar kemarin, seorang ibu dan anaknya naik. Mereka duduk di sebelah saya di angkot. Saya tidak ambil pusing untuk melihat ke arah mereka. MP3 player saya mengalun, sedang memperdengarkan Michael Buble. Ketika volume saya kecilkan, pembicaraan mereka terdengar.
“Kedinginan nggak?”
“Iyah.”
“Sini Mama peluk.”
“Nanci beyi sendal yah mah”
“Iya. Nanti yaa. Eh, pulang kita beli bakso yuk? Nanti mamam di rumah. Mau nggak?”
“Nggak.”
“Yaudah.”

Menurut anda perbincangan biasa?
… continue reading this entry.

Caleg Lucu.. Caleg Norak.. Caleg Kocak.. Caleg Dudul..

Hayoo.. Gimana bisa gue meninggalkan keyakinan untuk golput, ketika banner yang menyampahi Priuk tercinta ini kosong tanpa substansi berarti selain pajang foto?

Belum ada yang berani pasang banner dengan kesediaan untuk menandatangani kontrak politik.. (belum liat jg)

Dan ternyata di daerah lain juga sama ajaa…

kampanye-2

Perkenalkan, saya keturunan setengah vampir setengah kodok, berdarah manusia, dengan tampilan bidadari.. Yeah! Vote me..

image006

Waw.. Salut. Ngeliat baliho ini jadi semakin yakin noraknya orang Indonesia..

image003

Kalo gue jadi Cynthia Lamusu, gw kabur ke luar negri sampe pemilu abis dan baliho ini udah turun!

image007Hoho.. Bahkan Beckham pun mencalonkan diri.. ups.. ohhh.. foto calegnya dibawah tho.. maaf mas, ketutupan yayangku dan si banteng..

image012Hahahahaaa.. anak berbakti!!

dan terakhir.. eng ing eng..

image016Voila. Caleg termuda se-INDONESIA

Jadi.. Masih berpikir untuk memilih? Hebat. Gw sih enggak! Tapi thanx untuk para caleg ini.. Gw jd terinspirasi untuk ambil magister di sbuah jurusan.. :P

« Entri lama