Berwajah Delapan-kah Sang Delapan?

Disclaimer: Tulisan tidak dapat dijadikan rujukan untuk memilih partai lain atau menjadi golongan putih pada Pemilu 2009. Tulisan merupakan hasil dari perenungan singkat dari seorang amatir dan awam. Apa yang termuat disini dimaksudkan sebagai masukan dan kritik. Konten tulisan ini didapat dari beberapa sumber dan tidak dapat disebut sebagai fitnah.

Ketika PKS mengadakan demonstrasi menentang agresi militer Israel ke Palestina, saya adalah satu dari sekian juta orang (mungkin) yang terbuai kagum. Harapan itu masih ada! Partai dakwah yang mulia! Mereka masih mengingat saudara seiman di bumi Palestina sana. Mereka mengerahkan pendukungnya untuk membangunkan para tokoh politik yang masih terlelap menunggu pesta besar lima tahunan, mengejutkan pemerintah yang bingung karena banyak setiran, dan menyihir jutaan rakyat Indonesia yang nafsu berjihad tapi bingung harus daftar kemana.

Buih – buih impian dihembuskan PKS. Bak angin segar bagi fanatik yang bertebaran di luar sana. Sebaliknya, menjadi tohokan mantap untuk partai lain yang masih sibuk membenahi diri. Mereka kalang kabut. Menuding PKS mencuri start, menuduh dukungan terhadap Palestina merupakan kampanye terselubung. Akibatnya, Tifatul Sembiring diperiksa.

Lalu apa pokok tulisan ini?


Seperti tulisan sebelumnya, saya sedang terbangun dari lelap indah sang delapan. Masih kaget, agak pusing, lumayan sebal. Menggebu – gebu saya mempertanyakan banyak hal mengenai mereka. Tapi insya ALLAH, ini bukan serangan terhadap DELAPAN. Insya ALLAH, tulisan ini hanya wadah kekecewaan dari seorang ‘mantan kekasih’. Lalu kenapa objek saya hanya PKS? Karna satu – satunya partai yang membuat saya jatuh hati pada awalnya hanya PKS. Dengan partai lain, saya tidak memiliki urusan untuk mengkritik, memuji, mencela, menjatuhkan.

Tulisan ini mengenai demonstrasi besar – besaran PKS, komitmen mereka memenuhi salah satu misi partai sehingga membuat mereka berkewajiban melakukan sesuatu untuk membantu Palestina, dan wajah lain dari PKS yang mungkin sebelumnya tidak pernah tersingkap.

Apa demonstrasi kemarin bersifat setengah kampanye? Atau murni dukungan? Apakah PKS benar – benar MEMBERI DUKUNGAN BAGI PALESTINA? Atau mereka, secara tidak sadar, juga menyanjung Israel?

Poin pertama. Apa yang dilakukan PKS sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina tidak sepenuhnya salah. Untuk memenuhi kewajiban moril terhadap salah satu misi partai, demonstrasi kemarin diletakkan sesuai pada tempatnya. Yang perlu diperhatikan disini, jika memang itu berbentuk demonstrasi semata, mengapa ada pencantuman LAMBANG PKS? Jawab Kader PKS (pastinya): “Itu kan identitas PKS. Lagipula, mereka membawa sendiri lambang PKS tanpa diperintah.” Berarti koordinasi internal partai masih lemah? Jika PKS bermaksud baik untuk tidak mencuri start kampanye, harusnya komunikasi antar kader dan simpatisan diperkuat untuk tidak membawa lambang. Palestina ya Palestina, PKS ya PKS. Kalaupun persoalan lambang masih bisa terpecahkan, lihatlah betapa mereka menempatkan ANGKA besar – besar disana. Penilaian? Silahkan lakukan sendiri lewat video berikut ini.

Untungnya, setelah banyak menuai kritik, PKS dikabarkan tidak menyertakan lambang dan angka lagi pada demo selanjutnya. Alhamdulillah.

Poin kedua. Pencitraan diri partai ini melalui iklan mampu melahirkan sanjungan dan kecaman. Di satu sisi, PKS sukses mempertontonkan kecerdasan berkampanye ala negara maju. Di sisi lain, terkadang kode etik ala ketimuran tidak diindahkan PKS. Bukan ini fokus kita. Wadah iklan. PKS menggunakan televisi dan dunia maya sebagai beberapa diantara banyak wadah iklan mereka. Iklan televisi PKS sering berganti. Dapat diasumsikan bahwa budget mereka untuk iklan – iklan tersebut rendah, namun dengan dikemas dengan kreatif. Sedangkan via dunia maya, selain dengan situs yang menduduki situs parpol terbaik, para simpatisan dan kader PKS berlomba – lomba mempromosikan DELAPAN yang merupakan kebanggaan mereka.

PKS pun merambah Facebook, situs yang ‘berjasa’ memenangkan Barrack Obama. Di pinggir kanan halaman Facebook saya, ada logo PKS dengan tulisan IKLAN diatasnya. Waktu yang lain, salah satu kader PKS yang beriklan disana. Situs PKS pun memuat berita yang ‘mendukung’ untuk beriklan di Facebook.

Ada yang salah dengan beriklan di Facebook dan televisi? Cermati poin berikut.

Poin ketiga. Adalah merupakan hak PKS untuk menentukan wadah iklan yang pas bagi pencitraan partai mereka. Namun dengan menggunakan Facebook sebagai wadah iklan, mereka, sekali lagi, mempermalukan kecerobohan mereka sendiri.

Kenapa? Pernah dengar bahwa Facebook didirikan oleh mahasiswa Harvard anggota organisasi yang mendukung berdirinya negara Israel? Kalau pernah, tentunya anda salah satu dari penentang Israel yang kemarin bimbang, antara mendelete account Facebook dan kehilangan salah satu ketergantungan anda, atau menghentikan sumbangan dana terhadap zionisme. Jawaban pun datang dalam kebimbangan. Banyak orang kemudian memberitahukan sebuah solusi. Kita harus meminimalisir penggunaan Facebook!

Caranya? Facebook mendapatkan dana dari iklan. Jika kita beriklan disana, setiap ada yang mengklik iklan kita, ada sejumlah dana tertentu yang harus dibayar. Maka, sebagai penentang zionisme dan peng-addict Facebook, diharapkan kita tidak memasang maupun mengklik iklan disana.

Sudah mengetahui inti dari permasalahan yang saya bicarakan? Bagus, langsung kasih comment saja. Bagi yang belum, lihat poin keempat.

Poin keempat. Hebatnya partai muda ini. Dengan cepat berganti wajah. Mengaku partai dakwah, tapi sekali berbuat salah, mengklaim sisi manusia. Salut untuk PKS! Salut untuk partai yang mampu mengerahkan massa demi penentangan agresi militer ke Gaza, dengan bendera berlogo DELAPAN besar – besar. Salut untuk keberanian Tifatul Sembiring yang sama sekali tidak gentar! Juga salut untuk partai dan kader yang turut berbaik hati menyumbang dana pada zionis. Lima jempol untuk PKS!! Hooray!

Untuk para kader dan simpatisan PKS, silahkan terbang ke poin kelima. Kalian disambut baik disana.

Poin kelima. Sebelum menerbitkan tulisan ini di The Diary, saya menyempatkan diri bertanya kepada seorang simpatisan. Alasannya: “Jika tidak memakai produk Israel, kita semua telanjang!” Ah.. apa benar begitu? Sebuah alasan cerdas, sahabat. Saking lucunya alasan itu, saya tertawa.

Maka lain kali ketika Hidayat Nur Wahid memerintahkan untuk memboikot produk Yahudi, katakan itu padanya. Jangan manggut – manggut saja lalu pulang dan makan di fast food yang menyumbang kepada Israel. Konsistensi, itu kuncinya. Pegang ucapan, pegang janji.


18 Comments »

  1. taUbat said

    @. putrinegriangan

    Berfikiran satu dalam pemilu nanti untuk sang delapan.

    Ad. Poin pertama. Dadakan adalah sudah menjadi ciri khas PKS, dalam acara apapun tak peduli besar atau kecil dengan senang hati dijalankan.
    Berkaitan Aksi peduli Palestina sudah barang tentu ada kaitannya dengan rogoh kantong dan identitas yaitu bendera PKS ada yang polos, ada juga yang bernomor 8 dan 16 serta bendera Palestina. Alhamdulilah terkumpul dana 5,6 M dan dihadiri kader/simpatisan ratusan ribu orang.

    Ad. Poin kedua. Memanfaatkan media dengan modal seadanya dikemas dengan kreatif dan inovatif dinilai berhasil karena dapat respon dengan bentuk berbagai opini dan perdebatan bahkan diasumsikan sebagai iklan yang panjang seolah berdurasi ratusan jam tayang.

    Ad. Poin ketiga. Memang diakui dalam globalisasi ini tidak serta merta dunia IT disegani tapi dimanfaatkan Kader2 PKS dengan seoptimal mungkin.

    Ad. Poin keempat. Jauh hari sebelum adanya agresi khusus ke Gaza, kader PKS dengan peduli kemusiaannya ber-orasi ribuan kader di depan keduataan AS menentang Agresi ke Palestina. Untuk bendera saat itu ada yang polos dan bernomor 16 tidak masalah.

    Ad. Poin kelima . Adalah ciri khas sebagian orang jika ada yang dilarang pasti ingin merasakan dan kemudian ditentangnya itu sudah habit.
    Penyajian dan kemasan yang bagus adalah manajemennya untuk tujuan mendapatkan masukan yang besar. (dari orang Indonesia yang dikatakan cerdas)

  2. Dalam politik, semua cara dimungkinkan dan selalu ada jawaban logis untuk semua pertanyaan/keberatan.

  3. defrimardinsyah said

    susah neh mau kasih komentar….
    salam kenal aja Put, terima kasih sudah mampir…

    tapi agak penasaran juga neh… putri pemilu nanti pilih PKS ? (jangan dijawab… kalo….. )

    salam blogwalking …

  4. OmpuNdaru said

    Nice post..
    Tapi minta maaf, saya agk gerah bicara masalah politik, mungkin karena tidak paham..
    Untuk PKS, selamat dan salut karena sudah mendukung Palestine.
    Mimpi saya.. Seandainya semua Partai Islam yang ada di Indonesia bersatu dan tidak membuat banyak partai.. Berapa banyak pendukungnya.. Mungkin hanya bisa diwakili oleh simbol matematika, “Tidak Terhingga”.
    Btw.. Putri dari Negeri Angan.. Thank’s a lot..

    Regards,
    OmpuNdaru

  5. nirwan said

    salam.

    postingan luar biasa bagus! Intinya memang bukan penghakiman terhadap sosok bernama PKS. Untuk menyelamatkan bangsa ini, PKS masih tetap diperlukan, seperti juga dibutuhkannya partai-partai lain di negara ini. Namun, harus digerakkan reformasi yang sangat-sangat radikal di partai ini. Pemilu 1999 dan 2004 menjadi contoh, bahwa ada dan naiknya suara PKS bukan karena manuver politik yang bahlul seperti belakangan ini. Manuver politik akhir-akhir ini, adalah perjudian dengan taruhan label “Islam” di belakangnya. Jadi, kalau nanti di 2009 suara PKS turun drastis itu adalah perlambang, kalau PKS telah kalah dalam bermain judi. Kalau pun bertamah, itu juga karena perjudian itu tadi. Perjudian itu bukan untuk merebut kekuasaan, karena level PKS belum sampai ke sana. Perjudian itu, sungguh sayang disayang, hanya untuk membuktikan bahwa untuk meraih suara di pemilu, asas “Islam” sangat-sangat tidak menguntungkan. Itu makanya, suatu saat (apakah suara akan naik atau turun pasca 2009), PKS mungkin akan melepaskan label “partai dakwah”, “partai Islam”, dan menjelma menjadi PDIP, Golkar, Demokrat, dst dst… Bagi saya, that’s no problem. bagi kader fanatik PKS, that’s a huge problem. Ini menjadi PR bersama, kalau Islam ternyata belum bisa menjawab persoalan-persoalan modernisasi dengan cerdas. Islam masih berada di lembah keterbelakangan.

    setakat ini, itu dulu.

    salam dari medan
    nirwan

  6. Assalammualaikum,thks y mba put atas kunjungannya k blog saya. Demokrasi ya begitulah,sistem buatan manusia yang tdk sempurna.asalkan kt jgn larut dalam buaian mimpi kemenangan.

  7. Aku ingat dlu pas liat berita di tipi..swaktu gencar-gencarnya membela palestine. Hmm..aku kaget aja waktu ada buanyak orang yang jalan kaki dan ada yang menggunakan sepeda motor, mereka membawa bendera dan poster yang bertuliskan palestine, tapi “lho! Kok ada bendera Pks juga yg dbwa?”..wah..sarat politik bngt put waktu itu. Ya kan sharusnya kalo mereka mau mendukung palestine ya dukung aja, tp kan tak perlu pake atribut parpol kan? Jelas itu nimbulin pro kontra dan suara sumbang dmana-mana, yang menyebut pks memanfaatkan konflik palestine untuk kampenye. Tapi, itu menurutku lho put..jd maap ya kalo salah..he5:-P
    Oia put, bner, pks kampanye lewat media kurang ia, nggak seperti Golkar, Gerindra, dan Demokrat. Padahal kata dosenku kemaren, media tuh sangat kuat bngt pengaruhnya. Hmm..tp ya kita lihat besok bagaimana para parpol dan kadernya dalam pesta politik tahun ini..^^

  8. Anto said

    Saya harap kalo PKS mau memperjuangkan syar’i…

  9. uka-uka said

    militan sudah ada di benak saya..klopun putri tdk bikin fitnah,tapi menghinakan pks,itu beda urusan..saya bkn anggota ato kader..saya bebas melakukan apa saja tanpa hrs ada perintah dari dpd,dpp,atopun ustad tifatul…apabila putri sampe melenceng jauh..??????????

    PUTRI said:
    Nggak takut..😀

  10. Untuk UKA – UKA..

    Silahkan dibaca lagi tulisan ini dengan lebih hati – hati. Saya tidak menghina PKS maupun kadernya. Setiap tulisan saya mengenai PKS berisi pertanyaan yang menuntut jawaban yang terbuka dari kader dan simpatisan. Maafkan saya jika bahasa yang digunakan pada tulisan ini tidak dapat anda mengerti maksud dan maknanya. Kalaupun saya tidak memilih PKS, itu hak sebagai warga negara, bukan lagi urusan anda untuk turut campur. Komentar anda pada tulisan – tulisan mengenai PKS ini sudah kelewat batas. Tenang. Saya tidak akan memoderasi komentar dari anda. Supaya pembaca lain disini bisa menilai tulisan saya dan komentar dari anda. Terimakasih atas kunjungannya di Negeri Angan. Sekali lagi, saya tidak takut dengan ancaman anda. Karena tidak ada penghinaan maupun pencelaan pada citra PKS.

    Salam Superb..
    😀
    Putri

  11. andi medan said

    pks tentu msih lbih baik dr yg lain. coba kita jangan banyak mencela, tp mari berbuat untuk perubahan bangsa. klo bkn pks siap lagi yg brkemauan mrubah bangsa ini. slm smngat ,bangkitlah negeriku harapan itu msih ada

  12. ushmrkstv said

    sama. saya juga liat jadi banyak yang aneh pada sesuatu yang saya simpatikan sebelumnya..
    insya Allah saya masih akan pilih pada pemilu nanti. karena saya belum menemukan yang lebih baik. dan jika berlepas tangan darinya, akankah saya menambah deretan panjang barisan kecewa yang juga belum menghasilkan perubahan lebih baik bagi bangsa?
    karena satu suara adalah berharga.
    salam kenal.

  13. BeelzeBub said

    haha
    berat bgt ngomongin politik…
    g sih ga terlalu simpati ama politikus
    btw bout zionis-israel dsb… mmmm… g bingung
    simpati ma penderitaan rakyat palestine sih emg bagus
    g jg benci bgt liat penindasan kyk gtu
    tapi daripada vokal banget soal itu…
    mending kt berbenah diri dulu ya…
    di papua masih banyak kasus perang antar desa loh…
    di maluku SARA banget kan… kasian brantem mulu ga jelas…
    di poso juga…
    di aceh? GAM tobat gara2 tsunami aja kan? (just opini, bkn nyindir, bkn fitnah, klo ga suka ato ga bener, maap aja, ok)

    bout boykot produk zionis… cape :d
    kok jd bw2 facebook?
    lagian produk fast food yg kata ny zionis itu yg pny jg pengusaha kita loh… mereka kan cm bli franchise ny aja… kok sensi bgt?
    emg lebih bgs klo kt pny franchise sndiri kyk ayam goreng bu anu
    tapi nama ny jg org usaha…
    dia juga bayar pajak kan…
    pajak juga untuk kita bersama kan…
    sapa yg bikin jalan? sarana umum? admin pemerintah?
    sapa yg gaji kader2 partai di dpr?
    dari pajak juga kan…

    bout partai bertema agama?
    tolong deh pisahin agama n identitas nasional
    dulu eropa aja bisa lepas dari cengkeraman gereja kan?
    bukan berarti kt jadi komunis, atheis dsb…
    tapi jangan ampe kt terkotak2 gara2 SARA…
    hargai perbedaan, please
    toh urusan agama itu privasi masing2 org
    kalo dipaksa jg ga bagus hasil ny kan?

  14. yay!
    semoga kita semua tidak terjebak pada satu sudut pandang.
    semoga kita semua tidak menganggap agama hanyalah urusan ritual belaka.
    semoga kita semua tidak segan untuk membenahi diri dan orang-orang di sekitar kita, termasuk masyarakat negeri ini *bukan negeri angan* meski melalui blog.

    karena umat ini layaknya satu tubuh, jika ada satu bagian sakit, maka sakitlah seluruh tubuhnya. tidak peduli di gaza, ambon, papua, sampit… dimanapun.

    karena mensejahterakan manusia bukan hanya dari satu sisi saja, karena manusia yang utuh, adalah sejahtera secara bio-psiko-sosio-kulturo-spiritual.

    semoga kita semua termasuk orang-orang yang mau berbenah.

    amiin!

  15. anto said

    untuk saat ini menurut saya PKS masih tetap partai terbaik diantara partai2 lain yg ada. saya jatuh hati pada PKS pada pemilu 2004. belum ada kasus orang2 PKS baik di pemerintahan maupun di legislatif yg melakukan korupsi. Yg ada mereka kembalikan uang yang seharusnya tidak boleh diterimanya. Salut buat PKS. Salam kenal mba Putri…. artikelnya bagus2

  16. Dewi said

    Eniwei..eniho…bagiku PKS paling baik saat ini jadi udah cinta buta siy…

    Salam kenal…Salam blogwalking..

  17. redaksi said

    BANYAK PARTAI BIKIN BINGUNG

    Sudah menjadi pedoman hatiku, bahwa dalam pemilihan umum 2009 kita harus menentukan pilihan secara bijaksana. Tapi semua partai peserta pemilu, tiada kupandang tinggi, semua sama tak sapun mendapat keistimewaan.

    Karena bingung, aku membuat suatu undian. Di atas sekelumit kertas kutulis nama-nama partai. Akhirnya kertas itu kugulung sama serta kumasukkan dalam sebuah kotak kosong, yang kemudian kugoncang-goncangkan.

    Dengan mata terpejam kuambil sebuah diantara gulungan-gulungan kertas itu. Ketika gulungan itu sudah kukembangakan, kubuka mataku secara perlahan-lahan. Jantungku turut berdebar keras, Ketika salah seorang di antaranya memperoleh kemenangan.

    Ketahuailah… bahwa yang berhasil memperoleh kemenangan adalah……………………………

    inilah gambaran bimbang masyarakat, apa yang dijanjikan partai politik tak jua mencapai biduk kebahagiaan.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  18. zain said

    As. Hey mba Put. Wadoh tulisannya keren bgt. Yaa yg penting mah asal jangan pada golput aja. Sayang uda make uang rakyat, make tenaga anak bangsa. Eh malah ga kepake. Uda gitu bisa jadi peluang buat orang jahat menyelewengkan suara lagi. Iya ga? Tul g?. Soal PKS (hahaha) ogut si bukan sapa-sapanya, Yaa kritik untuk sesama anak bangsa or sebagai sesama mahluk Tuhan itu sangat perlu. Yang penting jangan sampai terlalu sibuk dengan itu, takutnya nanti jadi ga produktif atawa malah bikin perdebatan tanpa jiwa dan nyawa. Trus bwat ente-ente yg ngaku kader or simpatisan PKS. Cobalah jangan menjadi kader yg keder dg tendensius terhadap kritik yg kalian terima. Cobalah bersikap bijak, karena PKS bukan agama dan isinya pun bukan malaikat semua, dan yg terpenting, itulah resiko berjuang lewat politik, banyak kritikan or pandangan yg harus diterima. Terlepas semua itu benar atau salah. Jangan terlalu mudah mengcounter itu semua dg ucapan yg bernada tendensius berbumbu emosi. cobalah berkata melalui karya dan berargumentasi dengan bukti. Terakhir diantara Mba Put, PKS dan saya serta kita semua tidak ada masalah. sungguh!! semua hanyalah media untuk saling mengingatkan dan tanda lain dari kepedulian dan kasih sayang. TETEP POSITIF THINKING TERHADAP SESAMA UNTUK PERBAIKAN SESAMA. I LOVE YOU ALL….🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: