Be Your Self.. Own Your Style

Bosan dengan kata – kata diatas? Sama, saya juga. Apalagi kalau ditaruh sebagai isian pertanyaan motto. Bahkan ada jumlah persentase tertentu yang pasti memilih tiga kata ini untuk ditaruh di isian motto dalam buku tahunan mereka.
Namun hari ini, saya menemukan makna besar di balik tiga kata mejik tersebut.

Adalah Rapid Typing, yang menggiring saya sempurna pada pemikiran bahwa tiga kata ini memang harus dijadikan motto hidup kedua. Games ini, seperti namanya, menguji kecepatan mengetik anda. Berhubung saya baru mengenal games ini [serta sedang muak dengan The Sims, Empire Earth, dan Ghost Master], buru – buru saya mencobanya.

Sederhana, kita cuma diminta mengetik kumpulan karakter seperti: aed aed ade ade aeg aeg, dan seterusnya. Tapi saya menghabiskan setengah jam menekurinya. Mau tahu kenapa?

Ada gambar keyboard kecil di bawah, dengan sepasang tangan. Ketika kita diminta mengetik huruf A, jari tertentu yang berada diatas A akan berwarna merah. Saya berusaha mengikuti pola yang diinginkan. Menempati jari pada tuts yang tepat, supaya bisa memfungsikan kesepuluh jari ini.

Tapi hingga lesson #2, saya hanya bisa mencatat waktu 96 cpm [character perminute?] dengan tingkat accuracy sangat rendah. What? Padahal dalam kondisi normal tanpa Rapid Typing, saya bisa mengetik lumayan cepat. Bingung dibuatnya, saya menghabiskan bermenit – menit untuk mencari tahu dimana kesalahan saya.

Akhirnya.. Saya memutuskan mengetik dengan cara saya: maksimal lima jari, terserah enaknya dimana [yang paling dekat dengan tuts, itu yang bekerja]. Hingga lesson #9, saya bisa mencatat 305 cpm dengan tingkat accuracy 99%.
Ahh.. inikah yang dinamakan BE YOURSELF itu?

Bukan cuma dengan Rapid Typing saya mencoba menjadi orang lain. Saya mencoba menjadi Celine Dion ketika menyanyi, Frank Martin ketika menyetir, Andrea Hirata saat menulis, Beyonce Knowles saat di depan cermin, dan Dumbledore waktu mengajar. Susah payah meniru, mirip pun enggak.

Jadi ingat gambar ala anak TK-SD yang membentuk manusia Indonesia menjadi sangat amat tidak kreatif dan hobi menjiplak: dua buah gunung, satu matahari di tengah sedang tersenyum, sawah hijau, dan jalan aspal abu – abu.
Satu hari, seorang gadis kecil ikut pelajaran menggambar. Dengan pensil warna hitam, ditambahkannya tiang listrik, pak tani dan bu tani di saung, dan mobil warna merah. Guru mendekatinya, mengernyit heran, dan memintanya MENGGAMBAR YANG BARU DAN SESUAI.

Gadis kecil itu adalah saya🙂.

Belasan tahun kemudian, si gadis kecil yang telah tumbuh dewasa masih mengumpat dan menyumpahserapahi semua guru yang memaksa muridnya menggambar yang sama dengan yang digambarnya di papan tulis.

Pernahkah merasa yang sama?

Mengikuti sebuah pola tertentu, memenjarakan diri dalam apa yang bukan kita?

Tangan para murid tidak sama dengan tangan si guru, perkembangan otak pun kemungkinan bisa berbeda. Kreativitas? Jangan ditanya. Bisa jadi si murid lebih kreatif ketimbang guru yang tidak mau tahu kalau ada yang namanya Listrik Masuk Desa.

Seperti saya, yang akhirnya sadar.

Saya bukan Celine Dion. Jadi, mau teriak – teriak sampai keselek sabun pun tidak akan bisa menyamainya. Maka, saya ubah cara menyanyikan lagu BE THE MAN yang jadi favorit setiap mandi. Hasilnya? Umm.. masih diumpat keluarga sih, tapi better-lah.

Saya pun bukan Frank Martin. Mobil ini tidak anti gores. Bahkan, jangankan melompati gedung, mengerem saja refleks saya kurang bagus. Mungkin masih butuh 1 tahun lagi sampai saya menyamai kemampuan Frank Martin, tapi yang jelas, sekarang saya harus belajar menyetir dengan cara saya dan berhenti terobsesi dengan Jason Statham.

Saya juga tidak bisa menyamai Andrea Hirata. Dia mampu mengungkap teori – teori yang mungkin saya lewatkan di bangku sekolah karena jajanan di kantin jauh lebih menarik😛. Tapi saya bisa membedakan rasa bakwan yang enak lho! [bangga]

Saya butuh fokus dalam South Beach Diet ini sebelum bisa menari ala Single Ladies dengan sempurna seperti Mpok Beyonce.

Dan Dumbledore.. ahh.. murid – murid saya lebih suka Miss yang senang tertawa dan menertawakan mereka. Para remaja yang saya ajar lebih nyaman curhat ketimbang menerima pelajaran hidup ala Dumbledore.
Jadi, apa salahnya mempraktekkan Be Your Self? At least.. you hav ur own style..🙂

PS: mulai sekarang saya pakai 3GP dan SEXY sebagai tag.. Gunanya? Menjebak orang yang mau jajan mata supaya nyasar kemari..🙂

16 Comments »

  1. hunziph said

    hahaha….. i was there too noe!!.. ^0^

    1.waktu gw SD di pel. menggambar. gw diajarin bokap gw untuk menggambar bendera hidup.. yups.. bendera yang seakan2 2D gtu noe, gak cuma bentuk segi empat kaku di buat dengan bantuan penggaris…. jadilah gw bikin yg sesuai dengan bokap ajarin, tanpa penggaris dan di beri accent ombak seraya melambai di tiup angin……eehhhhh, gw malah di marain…
    “Ayo hanny di ubah!, Bendera itu bukan gitu gambarnya!”……..
    huh, jadilah gw merubahnya, dari pada gw gk dapet nilai….. T_T

    2. Trus yang kedua saat gw SMA pas pelajaran akuntasi, gw disuruh menyampul buku jurnal dengan sampul coklat yang di pinggirnya di tempeli kertas origami pink!… nahloh, pas dikumpulin, cuma gw doank yg dimaraiiiinnnn (again)…. parahnya lg tuh guru galakkk banget!….
    ” Siapa suruh kertas pinknya digaya2in.. pake di zigzag2 segala lagi!, cepet GANTI!!!!”

    huh, batin kekreatifitasan gw terinjak2 lagi… bukan bermaksud untuk norak n sok keren.. tapi that’s how i like it!!!! hehehehe, jadi CURCOL gini… (curhat colongan, red)… bodo ah……… ^0^

    ^^v ms. hunzipheartcore!

    PUTRI said:
    kekekekekekk.. gw c yakin u had so much trouble related with ur unlimited creativity, sis.. kebayang deh gondoknya waktu itu! tp lucu juga yagh buk.. guru2 SD kok ngga mo ngebuka sisi kreatif murid2nya.. jadinya pas gede, cm mencetak tukang jiplak deh..🙂

  2. achoey said

    ringan tapi enak dibaca
    itulah pertama saya bersua dengan tulisan2mu sahabat

    saya sedang belajar
    dan dengan ini orang bisa tahu perbedaan saya dari yang lain🙂

    sip! be different, be you.. salam kenal kang..🙂

  3. hehe…ada bbrp hal yg srg mmg Qta lupakan dgn konotasi mnjd d sendiri, biasanya org mrs cukup dgn motto tsb. Misalnya ya udah ‘jd diri sendiri aj’ tp tnp di sadari malah mengikuti alur pola, dan budy yg sdh terlanjur ada, dan termakan dgn penilaian2 etika tretentu yg berlaku di sekitar,slm ini aQ tak pernah punya tokoh2 tertentu yg benar2 bs memberi motivasi untuk mnjd lbh baik, tapi aQ suka mmbc kisah org lain yg berusaha untuk menjd lbh baik. aQ percaya, mnjd lbh baik akan membuat Qta mrs bs lbh menghargai diri sendiri, dan akhirnya mencintai driri sendiri. Mungkin itu bs jd komplitnya langkah mnuju diri sendiri…yg plg penting jg sbnrnya klo Qta bs memberi inspirasi bg org lain. Do the best🙂 yesss…hehe e*sotoy*

    PUTRI said:
    iya sar.. kadang ‘be urself’ itu jadi negatif karna orangnya nggak mau berkembang.. padahal, dengan mencontoh orang lain, kita bisa menjadi lebih baik.. tapi tanpa perlu berusaha mengubah kita benar2 seperti mereka [harusnya].. karena, apa yang diterapkan orang2 belum tentu bisa kita pakai.. itu yg put tangkep disini.. thx for visiting..🙂

  4. dhilacious said

    iya bener..
    Masalah ini muncul pas nyetirin bokap.
    Bokap bilang, “Eh, klo nyetir tuh kakinya gini biar koplingnya gitu, trus tangan disini, jangan kesitu !”
    Dan saya bilang, “I have my own style on driving, just sit and relax. Yang penting kan nyampe dengan selamet..”
    Itulah Be Ur Self ala gue..
    *eh,ini OOT ga sih?? maaf deh klo OOT..

    PUTRI said:
    sama buk.. nyetir harus bener.. BT dah.. padahal yang penting kan tu mobil jalan yak?😛

  5. achoey said

    Met pagi🙂

  6. gwgw said

    hi mbak putri….salam kenal, gw suka ama gaya eloh…..

    PUTRI said:
    thx..

  7. dua jempol buat tulisanmu yg ini put.. biarpun blom setenar andre hirata atau dewi lestari tapi rasanya kamu udah menemukan gaya khas yang pas buat blog ini🙂
    dan dua jempol lagi buat bahan tulisan dan cara menyentuh pembacanya…great…

    semoga semua mahkluk berbahagia

    PUTRI said:
    🙂 and what u wrote here now pump my spirit to keep writing! thanx wir.. already put u in my top 10 favourite writers.. still a long road to go spy bs kaya kamu..😛

  8. nameeman said

    slam knla jga ya,,,,

    (slam hangat Nameeman_

  9. accan said

    Salam KEnal…😛

    PUTRI said:
    salam kenal jg accann..

  10. idham said

    saya setuju tentang blog ini sangat berkarakter….beda sekali dgn blog saya, apa yang ada di otakku saat ni saya tulis, jadi ngalor ngidul nggak jelas kaya muka saya. (kata tukul).
    tentang be yourself, ada baiknya ada enggaknya, sisi baiknya biasanya individu tersebut menjadi sangat kreatif. kadang kreatif tidak selalu berada pada sisi positif bisa juga negatif, makanya harus ada norma yg membatasinya termasuk omongan orang lain.saya lebih suka dengan kreatif yang tidak melampaui batas, atau jangan kreatif yang kebablasan…

    PUTRI said:
    waduh idham.. saya malah ngerasa blog ini makin DIARY sekali..🙂 mau jalan2 ke tempat dikauwh dlu yap..

  11. Halow put, mw ncoMent iah..hi5:-D
    Mmm..kalo menurutku, Menjadi diri sendiri berarti kita punya karakter dan cara sendiri dalam menjalani hidup. Susah emang buat bisa menjadi diri sendiri itu, apalagy kita yg masi muda. Khususnya aku. Aku sndiri masi dalam proses pencarian jati diri, ya kadang2 bisa Pd buat jadi diri sendiri, kadang2 juga gampang terpengaruh dan meniru tindak tanduk org lain, apalagi yang ku idolai,:-D
    Yah masi labil gtu d..he5..^^..btw dah ku Link put..he5..:-D

    PUTRI said:
    semua jg gitu Yud.. mencontoh idola ngga sepenuhnya salah koq.. yang salah kalo dipaksain dan jadinya nyiksa sendiri..🙂

  12. dwi said

    selamat pagi duhai putri…
    saya sendiri kalau soal mengetik-ngetik sudah dipaksa sejak SD-tepatnya ketika memiliki Pentium 1, karena supaya bisa lancar alhasil nggak mempan ajakan ortu tersebut buat belajar ngetik alias ngetik 10 jari-bukan kya ank2 jama sekarang yang pada pake notebook tapi ngetik 11 jari. nah lama kelamaan juga karena sadar perlunya ngetik dng 10 jari pun terasa, sama sepertimu makin cepat makin cepat. tapi anehnya kalau saya kecepatan jari tidak sesuai kedalaman pemikiran yang akan dituangkan… jadi nggak balance antara otak dan jari…

  13. Hafid Algristian said

    “Saya mencoba menjadi Celine Dion ketika menyanyi, Frank Martin ketika menyetir, Andrea Hirata saat menulis, Beyonce Knowles saat di depan cermin, dan Dumbledore waktu mengajar.”

    wew… salam kenal putri… dalam beberapa metode belajar, saya pernah baca di Edward de Bono “How to Have a Beautiful Mind” dan Scott Thorpe “How to Think Like Einstein”, memang ada kalanya “membayangkan” diri kita sebagai orang2 hebat itu dalam berpikir dan bertindak. Pun, ada istilah “arketipe” (collective unconsciusness, C.G. Jung), gampangannya semacam teladan, yang dicontoh, sebagaimana seorang muslim yang meneladani Rasul saw.

    hew hew… urun rembug ajah… maap kalo ndak berkenan…
    saya link di blogroll saya, ya? terimakasih…😀

  14. mbak maya said

    It’s a nice blog. Salam kenal ya. Wassalam.

  15. OmpuNdaru said

    Dan saya mencoba menjadi OmpuNdaru yang tidak terjebak oleh Tag 3GP dan SEXY, ketika berkunjung dua kali ke sini… Ternyata banyak hal yang bisa saya baca di sini, dan menyukai tulisan apa adanya yang ditampilkan.. Sepertinya karakter orangnya juga terwakili oleh tulisan ini..
    Ok, Sukses..

    Salam,
    OmpuNdaru

  16. Sukma said

    Setuju banget mba Putri, setiap orang punya his/her own style dan tidak bisa dipaksakan untuk menjadi mirip orang lain.

    Keragaman adalah keindahan, dan itulah yang membuat setiap pribadi menjadi unik.
    🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: