The Boy in the Striped Pyjamas [A Review]

Kemarin, adik Putri membawa beberapa film bajakan๐Ÿ™‚ dari Glodok. Salah satunya berjudul The Boy in the Striped Pyjamas. Dari covernya, mudah diketahui bahwa film ini hanyalah salah satu film yang mengupas mengenai Holocaust, sebuah tragedi yang kadang terlalu dilebih – lebihkan [dibanding apa yang mereka lakukan puluhan tahun setelahnya terhadap Palestine]. Putri pernah menonton Life is Beautiful [yg mampu menguras airmata] dan The Pianist [panjang, agak membosankan, tapi membuat berdebar – debar dan happy ending pula]. Maka melihat film ini, Putri masih berminat untuk mencari tahu apalagi yang mereka sajikan sebagai tribute terhadap tragedi Holocaust.

Film diawali dengan anak – anak kecil yang bermain dengan ceria. Salah satunya adalah Bruno, yang Ayahnya seorang komandan dan baru ditugaskan untuk pindah ke suatu tempat. Bruno yang merasa betah dengan rumah lamanya pun harus mengikuti kemauan keluarganya untuk pindah. Ternyata, Bruno si petualang kecil menemukan sebuah pemandangan dari jendela kamar tidurnya. Dia mengira itu adalah pertanian. Bruno semakin bertanya – tanya ketika ada Pavel, seorang pengupas kentang yang sudah sangat tua dan memakai seragam yang dikira Bruno adalah piyama.

Gretel, kakak Bruno, bukannya menjawab rasa penasaran adiknya, malah ikut – ikutan berjiwa patriotik dengan mengelu – elukan Hitler. Sementara itu, Ibu Bruno merasa shock dan tidak setuju ketika dia tahu bahwa rumah mereka berdekatan dengan kamp konsentrasi.

Bruno yang berjiwa petualang berhasil menemukan jalan ke halaman belakang yang sangat luas dan berhubungan langsung ke hutan dan kamp konsentrasi. Disana dia menemukan seorang anak laki – laki bernama Shmuel yang seumuran dengannya. Bruno merasa senang karena mempunyai teman baru. Dia sering membawakan Shmuel makanan dan bermain – main. Permainan mereka baru terhenti ketika Shmuel dipanggil.

Si kecil Bruno masih belum tahu apa yang terjadi di kamp konsentrasi tersebut. Terlebih, dia mengintip pertemuan Ayahnya dan melihat video yang menunjukkan bahwa kamp konsentrasi tersebut dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti kafe, kolam renang, dll. Ketika Ibu Bruno semakin depresi, Ayahnya memutuskan untuk memindahkan mereka ke tempat yang lebih baik. Bruno pun mengunjungi Shmuel untuk menceritakan hal tersebut.

Shmuel rupanya sedang sedih. Papanya hilang dan tidak bisa ditemukan. Bruno mengusulkan untuk membantu Shmuel mencarinya. Shmuel heran dan bertanya, “Apa kamu berani masuk sini?” Bruno menjawab tegas, “Tentu saja!”

Esoknya, Bruno membawakan sandwich besar dan Shmuel menyiapkan seragam. Dengan sekop, Bruno menggali di bawah pagar yang dialiri listrik. Bruno dan Shmuel, untuk pertama kalinya, bisa bergenggaman tangan dan berlari penuh canda. Ketika melihat isi kamp sesungguhnya, Bruno merasa ciut. Dia tidak melihat kafe, anak yang bermain sesuka hati, atau kegembiraan yang sebelumnya dia intip lewat video [mungkin videonya untuk menipu bangsa lain mengenai apa yg terjadi di kamp konsentrasi].

Bruno dan Shmuel memasuki sebuah kamar untuk mencari Papa Shmuel. Tapi hasilnya nihil. Mereka malah terjepit diantara pria – pria, dan digiring ke sebuh tempat. Ketika mereka disuruh melepas baju, Bruno sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi padanya. Termasuk ketika mereka dibawa ke dalam sebuah kamar, berhimpitan dengan para pria dewasa, tanpa selekat benang pun di tubuh.

Sementara itu, keluarga Bruno yang menyadari bahwa Bruno menghilang, mencoba mencari dan menyusul. Mereka menemukan jejak Bruno, termasuk sekop dan baju Bruno di luar pagar listrik. Ayah Bruno memaksa masuk dan memerintahkan bawahannya mencari anaknya.

Terlambat. Bruno telah dimasukkan ke kamar gas dan dibakar disana.

Moral cerita? Entahlah. Senjata makan tuan kali ya? Selama ini kehebatan Jerman yang dielu – elukan oleh Ayah dan kakaknya malah membunuh keluarga mereka sendiri. Hmm.. kasian.

Tapi yang Putri sukai dari film ini adalah quote yang dikatakan oleh seseorang [lupa] kepada Bruno:

“If you ever find nice Jew, you must be a great explorer!”๐Ÿ™‚ masih berlaku sampai sekarang kayaknya…

7 Comments »

  1. idham said

    jika u pernah menemukan yahudi yg baik, u pasti penjelajah besar?
    gitu artinya ya? memang benar..

    PUTRI said:
    yagh,, kira2 begitu..๐Ÿ™‚

  2. Wah put..kayakna aku nggak perlu lg nonton pilmNa deh,hi5, bisnya kmu udah diskripsi in critana,hi5, jadi terbayang deh di kepala ini gmana alur pilm tu,hi5..
    Oia put..Lam Kenal iapz..^^v

  3. Wah put,kayakna ku tak perlu lg nonton pilmNa deh,hi5,bisnya kmu dah diskripsi in critana,hi5, jadi terbayang deh di kepala ini gmana alur pilm tu,hi5..
    Oia put..Lam Kenal iapz^^v

    PUTRI said:
    kekekekekekk.. maaph Pras! bLum bisa jadi reviewer yg baik! bukannya ngreview malah cerita yagh? hohohohooo.. tp worth to see koq! nonton aja..๐Ÿ™‚ Salam kenal juga..

  4. Kang Deni said

    tidak semua orang Yahudi sepaham dgn kebijakan politik pemerintahnya… katanya sih begitu๐Ÿ˜€

    PUTRI said:
    hmm.. dimanakah mereka?๐Ÿ™‚

  5. hunziph said

    sammmmmaa… hehe, gw pikir dah g ngeblog lg.. yaiy! ad temenya.. hehehe…… miss ya, miss ya, miss ya…..^0^, sekarang lg ap no? masih ngajar perwira??? hehehe…

    cheerio,

    ms. hunzipheartcore!

  6. milham said

    aku nonton schindler’s list,

    based on true story kayaknya….

    jadi schindler itu orang jerman dari partai nazi. Tapi dia melihat perang itu hanya dari sudut pandang bisnis….

    dia menganggap yahudi adalah tenaga kerja gratis…

    dan hasilnya…. Bisa dikatakan yahudi jerman yg tersisa merupkan keturunan dari pekerja-pekerja yahudi yang diselamatkan schindler ini…

  7. YaNoWa said

    wawww…….pengin liat filmnya nihhh

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: