Bidadari Bertudung Biru

Kombinasi menarik antara membakarnya sinar mentari, teriakan kenek bus ekonomi, aroma tubuh menyengat dari para penumpang, dan kepulan asap kendaraan, membuatku tidak sempat berpikir untuk memilih tempat duduk yang tepat. Sepulang mengurus berkas – berkas kecil setelah kelulusan dari kampusnya para pendidik, aku tidak berharap mendapat teman ngobrol di bus yang hampir membuatku muntah ini. Berhenti mengobrol dan injak gasnya! Hampir kuteriakkan makian kepada sopir bus.

“Psst! Cewe!”

Sebuah sapaan memaksaku menoleh. Dan.. ahhh.. Disana dia berdiri! Tapi? Lho.. ada yang beda!

“Elo… ?” aku membuat gerakan isyarat.

Dia mengangguk sambil tersenyum riang dan beringsut mendekatiku. “Apa kabar? Udah lulus?”

“Udah.. Lo berjilbab sekarang?” kuulangi pertanyaan itu sekali lagi.

Dengan raut bahagia, dia mengiyakan.

saat itu, aku merasa dia seperti oase.. menyejukkan bus yang panas.. dan aku pun memberinya nama.. BIDADARI BERTUDUNG BIRU

Kami berkenalan di hari kedua Ospek kuliah. Dalam sebuah angkot kecil, aku melihatnya. Gadis sebayaku, dengan rambut ikal dikuncir dua. Pita merah putih. Menandakan jurusan yang diambilnya di kampus ini. Wajah letih tidak menghalanginya untuk berbagi cerita mengenai Ospek denganku. Sejak saat itu, kami berjanji untuk berangkat dan pulang kampus bersama.

Dia gadis yang cantik. Dengan tipikal cantik yang didengungkan oleh TV dan diklaim oleh masyarakat kita. Kulitnya putih bersih, dan wajahnya cerah. Setiap melihatnya, aku teringat boneka barbie yang dulu kumainkan. Dia persis seperti barbie. Rautnya tak pernah lepas dari senyum dan tawa. Terutama ketika melihatku. Lambaian tangannya akan terlihat dengan jelas dari jauh, dan sambil berlari kecil dia menghampiriku.

“Bisnya udah datang?” tanyanya, selalu.

Semua dapat melihat, bahwa pesonanya terpancar terutama dari rambut. Panjang rambutnya selalu sepunggung, kadang dibuat ikal, kadang dibiarkan lurus. Rambutnya membingkai wajah manis itu dengan sempurna. Terkadang aku melihat gadis seumuran kami mencuri pandang iri padanya, dan mata – mata pria yang nakal menatap lapar setiap dia lewat sambil mengibaskan rambutnya.

Kecantikan yang mendekati sempurna menjeratnya mendekati masalah. Suara negatif berdengung mengenai dirinya. Teman – teman dekat mengkhianatinya. Namun dia tetap tertawa.. Tanpa beban. Sesekali celotehan ramainya mengungkapkan kejadian – kejadian yang menyakitkan hati dan baru saja dialaminya..

Ketika jalinan pertunangannya kandas, dia tertawa..

Ketika dicap sebagai perebut laki orang, dia tertawa..

Dan aku pun ikut tertawa. Karena aku percaya, semua itu semata – mata karena pesona kecantikan yang tak terbendung. Memancar lepas tanpa mampu dikendalikannya.

Lalu apa yang spesial darinya sehingga aku menghabiskan bermenit – menit untuk menulis tentangnya disini?

Karena dia memutuskan untuk memakai jilbab. Bukan semata kerudung, melainkan jilbab! Menohok saya dengan rasa malu karena belum mampu sepertinya. Dia menutupi mahkotanya dengan jilbab lebar, kaos panjang, dan rok! Semua keindahan itu kini terbalut rapi.. Yang justru membuatnya makin cantik..

Tenang, Putri masih normal kok..

Hari itu, saya melihatnya dalam balutan warna putih dan biru. Tertunduk wajahnya ketika melewati deretan bangku penumpang yang terisi pria. Baru ketika melihatku, dia tidak mampu menahan senyum dan mendekatiku.

“Alhamdulillah..” komentarku singkat.

Lalu bayangan teman – teman Putri berkelibat. Beragam alasan mereka untuk menolak berjilbab. Dari mulai pekerjaan, dilarang orangtua [astaghfirullah.. ada ya?], sampai belum siap. Ada juga alasan yang sengaja disembunyikan, padahal intinya dia belum berjilbab karena rambutnya terlalu bagus untuk ditutupi..

Harusnya mereka belajar dari Bidadari Bertudung Biru di sebelah saya hari ini. Yang menutupi auratnya dengan berani. Harusnya mereka banyak belajar darinya, bahwa kelebihan yang dititipkan ALLAH adalah amanah. Jika hal tersebut adalah aurat, maka sepatutnya ditutupi..

“Gw baru sadar.. Jadi gw telat deh make jilbabnya!” katanya sambil tertawa.

“Gw bosen diliatin cowo.. Tapi gw pake jilbab pun, makin banyak yang liatin gw.. Kan gw bingung..” sambungnya lagi.

“Yang penting gw udah melaksanakan perintah ALLAH kan Put? Ya kan Put???” tanyanya.

Aku tertawa. Hanya ALLAH Swt yang bisa menilai hingga ke dalam dirimu, sis.. Tapi dengan balutan rapat yang melindungi kecantikanmu sekarang.. Pandangan yang selalu tertunduk jika berjalan dekat laki – laki.. dan semua usahamu untuk bisa menjadi hambaNya tersayang.. Semoga ALLAH Swt memberikan penilaianNya yang terbaik.

semoga terus istiqomah, sahabatku.. Bidadari bertudung biru..πŸ™‚

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

dedicated for my beloved friend.. di tengah kecarutmarutan dunia, semoga makin banyak bidadari bertudung sepertimu.. selayak hujan, menyejukkan padang gersang.. semoga ALLAH Swt makin menyayangimu.. dan mempererat jalinan persahabatan kita.. meski tidak setiap hari kuterima kabarmu, tidak setiap minggu kudengar suaramu, bahkan bulan demi bulan pun bisa lewat tanpa persuaan denganmu.. πŸ˜€

Anyway.. buat yang baca, she’s no longer single.. [in a serious relationship with cute guy.. kapan kawin say? hohoo..]

4 Comments »

  1. vtrediting said

    Salam kenal selalu, semoga dengan kerudungnya tetap menjadikan isiqomah dalam segala hal. Kalau mau memposting baru kapan lagi? saya tunggu.

  2. Tenang, Putri masih normal kok..

    _____________________________πŸ™‚ , untungnya masi normal….
    banyak emang yang dapat hidayah dari jalan yang tidak dapat diduga-dugaπŸ˜€

  3. T.Riza said

    subhanallah…
    gitu donk…. itu baru good story namanya…
    ini pasti gara2 makan puding coklat tadi malam ya??
    hehehehehe ….

    PUTRI said:
    adakah korelasi antara puding coklat dan kemampuan menulis dengan baik dan benar? Hmm.. Riza yang aneh..πŸ™‚

  4. gbaiquni said

    “Anyway.. buat yang baca, she’s no longer single.. [in a serious relationship with cute guy.. kapan kawin say? hohoo..]”

    === === ===

    yah…, baru aja ada niat minta dikenalin…πŸ™‚

    -gbaiq-
    [senyum]πŸ™‚
    === === ===

    PUTRI said:
    the luckiest man on earth, ya?πŸ™‚

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: