“terbanglah dengan sayapmu.. lakukanlah untuk ALLAH, penggenggam jiwamu..”

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari

Demi bulan apabila mengirinya

Demi siang apabila menampakkannya

Demi malam apabila menutupinya (gelap gulita)

Demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan)

Demi bumi serta penghamparannya

Demi jiwa serta penyempurnaan ciptaanNya

Maka Dia mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya

Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya

Tidak pernah terpikir di benak saya untuk menuliskan tentangnya, sebelum saya membaca kalam ALLAH ini semalam. ALLAH pun telah bersumpah.. membebaskan kita, makhluk kecil tanpa daya, untuk memilih jalan sendiri.. Di tangan manusia-lah semua berujung..

Saya akan memulai cerita mengenai dia dengan deretan kata cinta. Ya, saya mencintainya. Dengan hati penuh dan ketulusan yang senantiasa luruh. Saya mencintainya tanpa henti. Tawanya berarti bahagia, dan dukanya berarti pedih yang menghujam. Semoga dia tidak meragukannya..

Saya tumbuh bersamanya. Beda usia 4 tahun membuat kami sangat dekat. Kaki – kaki kecil kami selalu berlarian di gedung sekolah milik keluarga. Ketika banjir melanda, dia siap membawa ban untuk membuat perahu kecil bagi saya supaya bisa terus bermain. Setiap saya datang, dia membawakan boneka kertas kecil koleksi kami, dan menghabiskan berjam – jam bercengkrama di tepi kolam ikan.

Dia selalu pasang badan untuk saya. Satu hari, dia meluncur di tangga dan mendarat dengan sempurna. Ketika saya berniat mengikuti jejaknya, saya terjatuh dengan posisi kepala di bawah. Dan tidak akan pernah saya lupakan bagaimana dia menerima hukuman karena mencontohkan yang jelek kepada saya. Padahal saat itu, saya-lah yang berlari mengikuti kemana dia pergi.

Tidak pernah saya lupakan, bagaimana kenakalan saya selalu membuatnya terjaga dan cemas. Lo dimana Put? Udah pulang? Kalimat tersebut sering saya dengar ketika saya mulai mencoba banyak hal, dari mulai midnight sampai menginap jauh dari rumah. Di samping saya, handphone selalu berdering, memastikan saya nyaman di tempat selain rumah. Kapanpun saya ingin pulang, dia siap menjemput. How can I not love him?

Maka ketika dia berjalan terlalu jauh dan menyimpang, tidak ada hal lain yang memenuhi benak selain mengenainya. Saya berusaha mengingatkannya, menggandengnya balik ke tempat yang seharusnya. Tapi dia menepis tangan ini.

“Udahlah! Gue udah gede! Gue bisa nentuin jalan gue sendiri!”

“Emang lo nggak takut dosa, mas? Kapan aja ALLAH mau, Dia bisa mencabut nyawa lo.. Lo bisa mati!”

“Ya gue ambil hikmahnya aja! Kalo gue mati berarti gue ga perlu bikin dosa lebih banyak lagi kan?”

Saya diam. Termasuk ketika dia memutuskan pembicaraan karena marah kepada saya, tidak ada satu kata pun yang mampu meluncur dari mulut ini. Semua senjata habis. Yang tersisa tinggal cinta yang tulus. Untuk dia.

“Kita nggak bisa ngapain lagi selain mendoakan dia.. Karna jalan kesembuhan itu dimulai dari niatnya!”

Teruntuknya..

I love you. We all love you. You were right. It’s your life. Tapi tidakkah kesamaan darah yang mengalir dalam tubuhmu dan tubuhku menghujaniku dengan seribu hak serta tanggung jawab?

ALLAH memastikan kebebasan atas jalan yang dipilih setiap makhlukNya.. maka terbanglah sebebas mungkin dengan sayapmu. Telah kulepaskan rantai yang menggelayut pada sepasang kakimu. Telah menjuntai pula tali beban yang tadinya mengikatmu erat. Terbanglah.. dan pastikan nanti engkau akan kembali padaNya dengan sebuah senyum lebar..

6 Comments »

  1. cenya95 said

    Niat membangkitkan semangat… dengan kemauan pastilah tercapai… mimpi indah itu.
    Terbanglah kemana kau pergi… jangan lupa istirahat bila kau lelah…
    semoga berhasil dan sukses selalu
    salam

  2. meng”ilham”kan ? hehe jadi gak enak disebut2 Tuhan saya…

    saya juga punya pengalaman hampir mirip kayak gini.
    Abang saya minta saya jadi polisi. Saya kira dia berniat baik dengan saya, atau dia mau merubah sifat-sifat penjahatnya.

    Tapi katanya malah: kamu jadi polisi aja baiar nanti bisa ngelindungi (jadi tameng) kalo aku nanti macam-macam

    Ah, abang…. sadarlah bang!

    PUTRI said:
    menyadarkan seseorang itu sulit ternyata yagh? genggam terus tangan si abang.. supaya dia bisa merasakan menjalarnya hangat kasih dari Ilham..๐Ÿ™‚

  3. han2cute said

    wah wah wah…cie cie cie… mpe gak bisa berkata kata aku….

    eh eh eh…cobain ini aja…ini terbukti beneran loh dapet duit dari intenet (temenku dpt beneran soalnya) => $6.00 Welcome Survey After Free

    PUTRI said:
    haduh.. si eneng promosi.. yo wis.. ta’ tengok kesana ya..

  4. put, berbahagialah masih ada yang peduli dengan kita, apalagi ada ikatan darah, sukses ya untuk kamu.

    PUTRI said:
    alhamdulillah mbak yuni.. sukses jg wat mbak..๐Ÿ™‚

  5. Gusti Dana said

    Dik…dari ceritanya,apa bener kakakmu masuk kelembah hitam??.Semoga dia segera insyaf.
    Maafkan jika saya salah bertanya..:-)

    PUTRI said:
    tadinya.. tapi sekarang, insya ALLAH sudah mau kembali.. minta doanya..๐Ÿ™‚

  6. gbaiquni said

    semoga tetap dan terus istiqamah yagh…, ga mudah memang…

    karena “sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi”

    but keep the spirit …

    -gbaiq-
    [senyum]๐Ÿ™‚
    === === ===

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: