Ngumpulin Receh Yukz..

Lagi blogwalking kesana kemarin, ditemani segelas air putih untuk menghilangkan sedikit mual, Putri menemukan tulisan ini..

Akhirnya, sebuah jawaban!

lho lho.. jawaban untuk apa nih? hmm.. sini sini, duduk sebentar, Put ceritain..

Jadi, keluarga Putri itu agak sembrono dalam hal menyimpan receh. Kalo ada kembalian berupa koin, pasti hilang entah kemana. Seratus, lima ratus, koin – koin tersebut berserakan di lantai rumah kami. Kadang tersapu. Kalaupun Bapak melihat dan sempat untuk mengumpulkan, beliau akan menyimpannya untuk lebaran. Mau tau untuk apa?

Hmm.. Putri lupa sih di daerah mana. Tapi kalau Put mau pulkam, selalu lewat sana. Dan di sekitar situ, banyak anak kecil (dua tahun belakangan, orang dewasa juga ada) berkumpul, meminta saweran. Dulu, waktu Putri kecil, Put biasa melempar receh ke mereka dari dalam mobil. Anak – anak kecil sebaya Put pun berlarian, mengejar uang yang tidak seberapa. Namun belakangan, keluarga Putri sadar, tindakan seperti ini hanya akan mendidik mereka untuk meminta – minta, di lokasi yang tidak aman pula. Apa jadinya kalau demi mengejar seratus rupiah, mereka kehilangan nyawa?

Nah.. gara2 liat gerakan quern yang dinamakan COIN A CHANCE, Putri jadi kepengen jadi Coiners, ngajakin [minimal] keluarga untuk mulai memperhatikan kepingan – kepingan yang terlupa.. karna mungkin mereka jauh lebih berguna untuk orang lain..

semangadh jadi coinerz!!

4 Comments »

  1. kalo saya emang biasanya nuker receh satu semester sekali. biasanya sekali tuker 50ribu…

    Apalagi dulu awal tahun 2006-an saya baru datang ke jogja…

    Semua makanan harganya gak pas, ya 2300, 2700, 800, akhirnya satu semester bisan gumpulin receh banyak banget.

    Walaupun sekarang harga makanan enggak segitu lagi disini🙂

    PUTRI said:
    duh!yang jual makanan dengan harga segitu.. niat yak cari recehan? apa supaya makin banyak yang bilang: “simpan aja kembaliannya…” Jadi kaya belanja di supermarket…🙂

  2. dodi3384 said

    ooopss…ngumpulin receh beneran ya….kirain… tapi dulu aku suka munggutin recehan yang aku temui di jalan, sampe dapet banyak, akhirnya bingung mau diapain, apalagi dah banyak yang ga laku lagi sekarang..terakhir mungut recehan 1Cent bertanda tahun 1938 yang tengahnya bolong, dengan tulisan arab dan jawa dibelakangnya. nih recehan bisa jadi barang keramat deh, soalnya mungutnya di kampung istri waktu mau nikah agustus kemaren. oooppss..ko jadi curhat sih…oya makasih dah sempet mampir ke tempatku ya, akhirnya ketemu juga kandangnya disini.

    PUTRI said:
    nah.. skrg ada penyalurannya kan? mulai rajin ngumpulin receh lg ya.. cuz skrg put jg jadi ‘awas’ kalo lg beres2 rumah.. ngeliat krincingan sekeping aja langsung dipungut.. apa yg tersia2kan dr kita ternyata berguna untuk orang lain.. KOIN KUNO? Wah.. keren! Di’upload ke blognya dunz.. Nanti sering2 mampir ya..🙂

  3. han2cute said

    aq gara2 suka gak peduli ama receh, malah bikin tas jadi beraaaat bgt… tiap ada kembalian, aku masukin tas terus… akhirnya apa??? tasku jadi wadah koin recehan !!!tidaaaaak

    PUTRI said:
    pasti tu koin barengan sama bungkus permen, tissue, dll.. hayoo.. ngaku!🙂

  4. Java-coins.com said

    k-lo aku sih seneng ngumpulin koin kuno. tapi sekarang aku lebih seneng bisnis koin kuno hahhaha soalnya jadi punya banyak uang koin….tapi karatan semua gan hahahah

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: